November 11, 2007 oleh affando
lonceng jam dinding telah empat kali berdentang
panggilan subuh sebentar lagi dikumandang
sartje menggeliatkan pinggang
setengah berbisik dia bilang :
‘bang.. bang… bangun bang..
‘kita pe laki somo bale’
sartje tergesa memakai celana dalam dan kutang
yang dia panggil abang bergegas
baberes baju dan celana panjang
’selamat tinggal sayang’,
beringsut tinggalkan ranjang yang semalam bergoyang
tapi malang,
belum sempat dia keluar, ladadu keburu datang
mangge ladadu naik pitam, berang alang kepalang
diambilnya parang
Sartje dan si Laeka : d i c i n c a n g
darah menggenang
dua nyawa melayang terbang
ladadu menggerang lantang
( ( ( ( wanita jalang!!!! ) ) ) )
kini ladadu ada di LP dewi sartika – petobo
Ditulis dalam Blogroll, Catatan | Leave a Comment »
Oktober 7, 2007 oleh affando
“tiap hari suami tante yedi semakin mirip dengan buaya
ya taringnya,
ya seringainya,
ya buasnya,
ya napsunya,
: tante yedi kehabisan jurus untuk melayaninya”
“tiap hari anak tetangga om laeka semakin mirip biola
ya merdunya,
ya alunnya,
ya lekuknya,
ya bahenolnya,
: mangge laeka ingin sekali memainkan biola mungil itu”
dan pada sebuah malam yang sunyi ketika semua insan dibalut mimpi, merayap mengendap si buaya mendekat pada biola
yah, kurasa kalian tahu cerita selanjutnya. meski meronta, buaya tetap memaksa menggesek dawai biola dengan taringnya
alun nada kali ini tak terdengar indah sama sekali!
Ditulis dalam Blogroll, Catatan | Leave a Comment »
Agustus 27, 2007 oleh affando
apa kabarmu ibu kota ?
setahun lebih tak mengunjungimu
oh yah..
malam nanti aku akan melihatmu kembali
ada tugas kantor yang mengiringiku
hingga bisa menginjakmu lagi
tak perlu seduh
aku tak akan lama di atas perutmu
yang kabarnya banyak berlinang
segala macam air mata
dan lagi berat tubuhku ini tak seberapa
di banding kemegahan fisikmu itu.
Ditulis dalam Blogroll, Catatan | Leave a Comment »
Maret 5, 2007 oleh affando
Tabe…
Undangan Untuk Semuanya :Saya sudah persiapkan undangan untuk teman-teman sekalian. Kalaupun tidak sampai ke alamat rumahnya jadikan saja “Undangan di Web” ini sebagai undangan resmi. Santai saja, saya ikhlash dan tetap menganggapnya valid selama membawa kado? Hehe.. becanda ces! Yang mau datang silakan datang. Jln. Banteng Kavling Bangdes terlalu luas untuk kami berdua (Affan + Tini) Hehe..
Detil undangan, acara pernikahan serta perna-perniknya bisa di lihat di http://tini.affan.web.id/

Ditulis dalam Blogroll, Catatan | Leave a Comment »
November 20, 2006 oleh affando
Bila hanya satu orang saja yang bertanya, barangkali saya bisa mengerti. Tapi saya hitung-hitung sudah ada tiga orang lebih yang bertanya,‘ibunya kemana?’.
Pertama tetangga depan yang kebetulan melihat kami bertiga menumpang taksi. Lalu dua orang sopir taksi ketika pergi dan pulang, juga bertanya, ’sedang kemana ibunya?’.
Di counter BNS (Bumi Nyiur Swalayan) seorang petugas counter dan seorang ibu yang juga sedang mengantri untuk membayar, turut bertanya, ‘ibunya kemana?’.
Apa memang seorang paman laki-laki, yang mencoba menghibur ponakannya yang telah lama di tinggal ibunya adalah sebuah pemandangan aneh?
Ditulis dalam Blogroll | Leave a Comment »
Agustus 20, 2006 oleh affando
Ditulis dalam Fotografer | 1 Komentar »
Agustus 14, 2006 oleh affando
diketahui :
seorang perempuan berwajah manis, barangkali masih gadis. usia sekitar dua puluhan, langsing dengan ukuran tinggi badan kira-kira seratusenampuluhan. rambut di ikat lurus sebahu, bermata bulat, berbibir tipis. ketika kami bertemu dia mengenakan baju warna pink cerah dipadu dengan celana jeans warna biru. terakhir terlihat di lapas (lembaga permasyarakatan) palu saat meliput eksekusi tibo cs hari sabtu kemarin pukul 00.05 wita, waktu pertama on air, dia menyebutkan kata lativi.

ditanyakan :
siapa ya, namanya?
Ditulis dalam Fotografer | 1 Komentar »
Agustus 12, 2006 oleh affando
Intro:
Beberapa jam yang lalu saya adalah bagian dari mereka yang menanti detik² eksekusi Kasus Poso (Tibo Cs) di Lapas (Lembaga Permasyarakatan) Palu. Menarik untuk menghunting moment langka ini karena kasus ini menjadi isue nasional dan internasional. Hampir semua kuli tinta dan kali gambar berkumpul di sana, dan akhirnya saya pun bagian dari mereka yang ikut berburu.

Catatan tangan:
Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Sutanto, di Kantor Kepresidenan di Jalan Medan Merdeka Utara menyampaikan bahwa eksekusi atas tiga terpidana mati Poso Fabianus Tibo, Dominggus da Silva dan Marinus Riwu ditunda. Penundaan itu dijadwalkan hingga tiga hari pasca peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Republik Indonesia 17 Agustus mendatang.
Catatan perut:
Kematian bukan lagi di tangan Tuhan dan menjadi rahasia Tuhan. Kematian bisa di maju mundurkan semau empunya kuasa. Sungguh malang nasib Tibo CS ini, selepas bebas dari maut yang menghimpit malam ini…eeeehhh, tiga hari pasca 17an nanti…di kabarkan mailaikat maut akan kembali bertamu dihadapan mereka.
Bagaimanapun peradilan manusia tidaklah seadil peradilan Tuhan. Jadi kembalikan kematian itu pada yang di Atas. Saatnya Hukuman mati di Indonesia di HAPUSKAN !!!!!
Catatan kaki:
berikut dokumen pribadi saya (video amatir) semalam 12 agustus 2006 Pukul 00.17 Wita di Lapas Palu, klik disini untuk menyaksikan video tsb.
Ditulis dalam video | 1 Komentar »
Juli 1, 2006 oleh affando

Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku”.
Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.
Bibit yang kedua bergumam. “Aku takut. Jika kutanamkan akar ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.”
Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.
Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaploknya segera.
Selalu Ada Sisi Baik »
Ditulis dalam Fotografer | 1 Komentar »